Tampilkan postingan dengan label Surat Perjanjian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Perjanjian. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Oktober 2016

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Yang Benar

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah. Saat anda memutuskan untuk membeli sebuah tanah, pastinya anda terlebih dahulu mengadakan perjanjian jual beli tanah tersebut secara tersurat. Tujuan dari adanya surat perjanjian jual beli tersebut adalah, agar nantinya tidak ada cekcok ataupun konflik dibelakang atas hak milik tanah yang anda beli tersebut.

Dan sebelum anda memutuskan untuk membuat surat perjanjian jual beli tanah tersebut, sebaiknya anda mengetahui tentang syarat-syarat yang harus anda persiapkan terlebih dahulu. Diantara syarat-syarat tersebut adalah adanya penjual dan pembeli, nama dan alamat kedua pihak harus jelas, adanya pasal-pasal dalam perjanjian tersebut, pihak penjual dan pembeli harus menandatangi surat perjanjian jual beli diatas materai senilai 6000, dan harus ada saksi atas perjanjian tersebut.

Surat perjanjian jual beli biasanya dibuat agar tidak ada salah satu pihak yang dirugikan, karena sekarang ini banyak penipuan dalam transaksi jual beli sehingga anda harus membuat surat perjanjian dalam melakukan transaksi. jika anda masih bingung cara membuat surat perjanjian jual beli tanah? Maka dibawah ini adalah contoh surat perjanjian jual beli tanah, yang mungkin bisa anda gunakan sebagai refrensi.

Surat perjanjian jual beli
Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :

Nama                  : Aminudin
Umur                  : 23 Tahun
Pekerjaan           : Wiraswasta
Alamat saat ini   : Jl. niaga No. 20 Kota Pekalongan

Untuk selanjutnya disebut pihak ke I (penjual). 

Nama                   : vijaynarko                    : 30 Tahun
Pekerjaan             : Karyawan
Alamat saat ini     : Jl. Pencongan No . 16  Kota Pekalongan

Untuk selanjutnya disebut pihak ke II (pembeli) 

Pada tanggal 3 Oktober 2016 pihak ke I. Telah menjual, lepas/mutlak sebidang tanah darat seluas 358 M2, berikut sebuah bangunan yang terletak diatas tanah tersebut kepada pihak ke II dengan harga tunai Rp. 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah). Pembayaran dilakukan dihadapan saksi-saksi dengan tunai. 

Batas-batas tanah tersebut adalah sebagai berikut : 

Sebelah barat    : Berbatasan dengan tanah Rizki wahyu
Sebelah timur    : Berbatasan dengan tanah Mirza efendi
Sebelah utara    : Berbatasan dengan sungai
Sebelah selatan : Berbatasan dengan tanah iskak

Bangunan terdiri dari :
Ukuran panjang dan lebar : 600 M2
Atap : Genteng 
Dinding : Tembok
Lantai : Keramik marmer

Maka, sejak tanggal 3 Oktober 2016 Tanah bangunan tersebut di atas telah menjadi hak milik pihak ke II. Pada waktu pelaksanaan jual beli tanah tersebut baik pihak ke I (penjual) maupun pihak ke II (pembeli) juga saksi-saksi semuanya meyatakan satu sama lain dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani, dan segala sesuatu dengan itikad baik.

Pasal 1
  1. Perjanjian jual beli ini akan berlaku 3 (tiga) hari setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan akan berakhir setelah rumah berpindah status kepemilikannya kepada pembeli yang baru.
  2. Segala kondisi yang ada pada rumah saat ini akan menjadi tanggung jawab dari Pihak Kedua (Pembeli). Dan Pihak Kedua (Pembeli) berhak untuk melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.
Pasal 2
  1. Bangunan rumah dan tanah  seluas 250 m2 (dua ratus lima puluh meter persegi) tersebut dijual seharga Rp 550.000.000,- (lima ratus lima puluh juta rupiah).
  2. Pihak Kedua (Pembeli) membayar dengan uang muka sebesar Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) pada Pihak Pertama (Penjual) secara tunai pada saat ditandatanganinya perjanjian ini.
  3. Kekurangannya senilai Rp. 150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah) akan dibayar oleh Pihak Kedua (Pembeli) dengan cara mengangsur selama 10 (sepuluh) kali selama 10 (sepuluh) bulan. Dan tiap bulan Pihak Kedua (Pembeli) wajib membayar angsuran senilai Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) pada Pihak Pertama (Penjual).
  4. Dan pembayaran dianggap lunas bila pembayaran sudah mencapai nilai jual yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
 Pasal 3
  1. Segala ketentuan yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam addendum/amandemen yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini dan akan diputuskan secara bersama
  2. Apabila suatu saat nanti terjadi sengketa terhadap isi dan pelaksanaan atas perjanjian ini, maka kedua belah pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah
  3. Dan apabila penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, maka kedua belah pihak sepakat untuk memilih menyerahkan pada pihak yang berwajib.

Demikian, setelah keterangan isi jual beli ini dimengerti oleh pihak ke I dan pihak ke II, juga saksi-saksi, maka ditanda tanganilah sebagai permulaan saat pemindahan hak milik pihak ke I kepada pihak ke II.

Pekalongan, 3 Oktober 2016

Tanda tangan masing-masing

            Pihak Ke I (Penjual)                                                  Pihak Ke II (Pembeli) 


             (Aminudin)                                                                        (Vijaynarko) 


Saksi-saksi 


            Saksi Ke I                  Saksi Ke II              Saksi Ke III           

   (Rizki wahyu)             (Mirza Efendi)              (Iskak)        

Sebuah Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah diatas bisa diterapkan dalam berbagai macam jenis transaksi jual beli. Nah jika sudah bisa membuat surat perjanjian setidaknya mengurangi resiko terjadinya penipuan, dan meskipun dengan surat perjanjian jual beli, tetaplah berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli. Demikian artikel kali ini semoga dapat bermanfaat bagi anda, terima kasih.

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja Lengkap

Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja. Membuat surat kontrak kerja untuk karyawan baru adalah hal penting untuk dilakukan, ini untuk menjamin kesepakatan bersama antara kedua belah pihak. Dan ini juga untuk menjamin kepastian hukum di antara atasan/pengusaha dengan pegawai apabila ada penyalahgunaan kontrak dengan sanksi seperti yang telah ditulis didalam surat tersebut.

Surat perjanjian kontrak kerja sangatlah diperlukan apabila kita melakukan kontrak dengan perusahaan tertentu fungsinya untuk menghindari penyelewengan, penyalahgunaan maupun salah satu hal yang tidak kita inginkan.

Didalam ini sebuah surat kerjasama ini terdapat beberapa peraturan, kewajiban yang harus dipatuhi antara kedua belah pihak dan terdapat sanksi apabila salah satu pihak ada yang melanggarnya. Sanksi tersebut telah dimuat dalam pasal-pasal yang tertulis pada surat kontrak kerja atau surat perjanjian kerja sama. Silahkan anda lihat dibawah ini contoh suratnya.

Yang bertanda tangan dibawah ini :

1. Nama   : __________ 
    Alamat : __________
    Jabatan : HRD Manager PT. __________

Dan dalam hal ini bertindak selaku dan atas nama:
PT. __________
Beralamat di __________
Jenis Usaha __________
yang selanjut akan disebut sebagai pihak pertama

2. Nama                                       : __________
    Jenis Kelamin                         : __________
    Tempat & Tanggal Lahir : __________
    Umur                                       : __________
    Agama                                     : __________
    Pendidikan terakhir                : __________
    Alamat                                    : __________
    No.KTP                                  : __________
    Telepon/HP/e-mail               : __________
    Status Perkawinan                 : __________

Dalam hal ini bertindak atas nama diri sendiri, dan selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua (karyawan). 

Kedua belah pihak sepakat untuk membuat perjanjian kerja dengan ketentuan dan syarat-syarat sebagai berikut:

Pasal 1 
Pihak Pertama dengan ini menyatakan menerima Pihak Kedua sebagai karyawan/pekerja perusahaan PT. __________, yang Beralamat di __________, dan menjabat sebagai Kabag Humas, dan Pihak kedua dengan ini menyatakan bersedia menjadi karyawan Pihak Pertama sebagai Kabag Humas.

Pasal 2 
Masa Percobaan ditetapkan selama 3 bulan dihitung sejak tanggal masuk diterima bekerja (perjanjian kerja waktu tertentu tidak boleh disyaratkan dalam masa percobaan), yakni sejak tanggal __________. Dengan upah yang diberikan secara (bulanan, harian, mingguan), besarnya upah pokok Rp __________,- dengan waktu kerja sehari selama 8 jam, atau 48 jam seminggu.

Pasal 3 
Tunjangan-tunjangan diluar upah adalah:
Tunjangan makan                   : Rp __________,- untuk 1 hari kerja
Tunjangan transport              : Rp __________,- untuk 1 hari kerja
Lembur libur                         : Rp __________,- untuk 1 hari kerja
Lembur tambah waktu kerja : Rp __________,- untuk 1 hari kerja
Bonus                                     : Kebijakan kantor 

Pasal 4 
Apabila perusahaan atau pekerja mengakhiri perjanjian kerja untuk waktu tertentu sebelum waktunya berakhir, maka pihak yang mengakhiri perjanjian kerja tersebut wajib membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar sisa upah pekerja sampai waktu atau pekerjaan seharusnya selesai, kecuali apabila putusnya hubungan kerja karena alasan memaksa/kesalahan berat pekerja.

Pasal 5
Pihak Pertama dan Kedua bersedia mentaati isi peraturan perusahaan, dan pihak kedua akan patuh pada tata tertib perusahaan.

Pasal 6
Hal-hal yang belum diatur dalam perjanjian kerja ini, berlaku ketentuan isi KKB dan/atau peraturan perusahaan (jika perusahaan belum memiliki KKB atau peraturan perusahaan, perjanjian kerja ini dibuat lebih rinci lagi dengan mengacu pada pedoman pembuatan peraturan perusahaan)

Pasal 7
Segala perselisihan yang timbul akibat perjanjian kerja ini akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat, dan apabila tidak dapat diselesaikan para pihak akan menyelesaikannya melalui Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri.

Demikian Surat Perjanjian Kerja ini dibuat, setelah para pihak membaca dan memahami isinya kemudian dengan sukarela tanpa paksaan atau tekanan dari siapapun bersama-sama menandatanganinya diatas kertas bermaterai yang berlaku. 

             
                                                                                         Jakarta, __________

Pihak Pertama,                                                               Pihak Kedua,
Manajer PT. _____



_______________                                                       _______________




Itulah Contoh Surat Perjanjian Kontrak Kerja yang baik dan benar, bagi anda yang baru mendapatkan pekerjaan entah itu swasta atau negeri sebaiknya teliti terlebih dahulu isi surat kontrak kerja yang diberikan sebelum anda melakukan tandatangan persetujuan. Jangan lupa juga untuk baca lagi Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Tanah pada postingan sebelumnya. Sekian dan semoga membantu, Terima kasih.

Rabu, 13 Januari 2016

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Yang Benar dan Sesuai Standar

Surat perjanjian jual beli menjadi bukti penting ketika melakukan transaksi. Keberadaan surat perjanjian jual beli memang sangat urgen, sebab surat ini menjadi bukti apabila suatu ketika terjadi masalah antara pihak penjual dan pembeli. Surat perjanjian jual beli biasanya dibuat sesuai kebutuhan. Jika objek jual belinya memiliki nilai besar seperti tanah, rumah, atau asset lainnya, maka sangat perlu sekali membuat surat perjanjian jual beli ini. Namun jika objek pembelian hanya bernilai kecil seperti peralatan rumah tangga atau lainnya, surat perjanjian jual beli dapat disederhanakan menjadi nota atau faktur saja.

Contoh-Surat-Perjanjian-Jual-Beli

Untuk mengetahui format penulisan surat perjanjian jual beli yang benar, anda disarankan untuk melihat contoh surat perjanjian jual beliyang kini sudah banyak dan jenisnya pun bervariasi. Isi dari surat perjanjian jual beli cukup kompleks, meliputi pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian, objek jual beli secara detail, dan juga harga yang disepakati. 

Selain itu surat perjanjian jual beli akan lebih lengkap dan jelas dengan mencantumkan tatacara pembayaran dan juga detail-detail lainnya yang penting untuk dicantumkan. Isi dari surat perjanjian jual beli ini harus dipahami oleh kedua belah pihak agar tidak terjadi salah paham di kemudian hari. Ketika semua pihak sudah sepakat dan memahami secara detail isi surat perjanjian tersebut, maka keduanya harus membubuhkan tandatangan di atas materai 6000 sebagai bukti persetujuan atas segala isi surat tersebut. Selain kedua belah pihak yang mengadakan perjanjian, alangkah baiknya menyertakan tandatangan saksi-saksi yang mengetahui proses perjanjian tersebut.

Jika anda masih belum tergambar mengenai format surat perjanjian ini, simaklah beberapa contoh surat perjanjian jual beli yang akan kami sajikan untuk anda.

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli

Pada hari ini Kamis tanggal dua puluh satu bulan November tahun dua ribu tiga belas bertempat di Jalan Pancoran Barat XI D Pancoran Jakarta Selatan,  telah diadakan perjanjian jual beli kendaraan yang ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian, antara:

Nama : Herdis Suryatna
Umur          : 24 Tahun
Pekerjaan   : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Pancoran Barat XI D Pancoran Jakarta Selatan
No KTP : 123.4567.8910
Telepon : 085223777314

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri yang selanjutnya disebut PENJUAL.

Nama   : Mumud Mahmudin
Umur   : 24Tahun
Pekerjaan          : Karyawan Swasta
Alamat : Jl. Damai 17 No. 9 Jakarta Selatan
No KTP : 123.4567.8910
Telepon : 021 12345675

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama sendiri yang selanjutnya disebut PEMBELI.

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian jual beli. Syarat dan ketentuannya diatur dalam 11 (sebelas) pasal seperti berikut di bawah ini:

Pasal 1

JENIS BARANG

Bahwa PENJUAL dengan ini menjual dan menyerahkan kepada PEMBELI yang menerangkan telah membeli dan menerima penyerahan dari PENJUAL berupa:

a.    Jenis kendaraan     : Minibus
b.    Merek / Type            : Toyota / Kijang LGX 2.0
c.    Tahun pembuatan  : 2003
d.    Nomor Polisi             : B 1241 HAN
e.    Nomor BPKB             : 123456789
f.    Nomor rangka        : 14HGT57X678B9
g.    Nomor mesin          : BH00000254B899
h.    Warna                    : Hitam Solid
i.    Kondisi barang      : 99%

Untuk selanjutnya disebut KENDARAAN.

Pasal 2

HARGA

Harga KENDARAAN yang telah disepakati kedua belah pihak adalah Rp 104.000.000 (seratus empat juta rupiah).

Pasal 3

CARA PEMBAYARAN

PEMBELI menerapkan cara pembayaran dengan syarat dan ketentuan yang juga telah disepakati PENJUAL, yaitu:

Pembayaran uang tunai sebesar Rp 14.000.000 (empat belas juta rupiah) yang dibayarkan  PEMBELI setelah penandatanganan surat perjanjian ini.
Pembayaran sebesar Rp 90.000.000 (sembilan puluh juta rupiah) berupa cek dengan nomor : 123145789, jatuh tempo tanggal 30 Juni 2014.
Pasal 4

JAMINAN

PENJUAL memberikan jaminan bahwa KENDARAAN yang dijualnya adalah milik sahnya sendiri, tidak ada orang atau pihak lain yang turut memilikinya dan sebelumnya belum pernah dijual atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan kepada orang atau pihak lain dengan cara bagaimanapun juga.
PEMBELI memberikan jaminan bahwa biro gilyet yang diberikannya dapat diuangkan sesuai tanggal yang tertera padanya.
Pasal 5

PENYERAHAN KENDARAAN

PENJUAL menyerahkan KENDARAAN kepada PEMBELI setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.
Buku BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) masih tetap berada di tangan PENJUAL hingga PEMBELI melunasi keseluruhan pembayarannya.
Pasal 6

STATUS KEPEMILIKAN

Status kepemilikan KENDARAAN masih tetap berada di tangan PENJUAL hingga PENJUAL menerima keseluruhan uang pembayaran dari PEMBELI dengan menguangkan bilyet giro sesuai dengan tanggal yang tertera padanya.
Status kepemilikan akan beralih kepada PEMBELI jika PENJUAL telah menerima lunas pembayarannya dan PENJUAL menyerahkan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) KENDARAAN tersebut.
Pasal 7

SANKSI

Apabila ternyata bilyet giro PEMBELI tidak dapat diuangkan sesuai tanggal yang tertera padanya, PEMBELI dianggap terlambat membayar dan dikenakan sangsi berupa denda atas keterlambatan pembayarannya tersebut.
Denda seperti tersebut pada ayat 1 ditetapkan sebesar     % (persen) dari jumlah uang yang telah dibayarkan PEMBELI setiap hari dan maksimun denda adalah     % (persen).
Pasal 8

KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

Selama dalam pemakaian dan penjagaannya, PEMBELI bertanggung jawab penuh atas KENDARAAN.
Apabila terjadi kerusakan, PEMBELI diharuskan memperbaiki atau mengeluarkan ongkos biaya atas kerusakan yang diderita KENDARAAN tersebut sehubungan dengan pemakaiannya.
Apabila terjadi kehilangan, PEMBELI tetap diharuskan membayar kekurangan pembayarannya.
Pasal 9

HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini akan diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat oleh kedua belah pihak.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, kedua belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang umum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Pasal 11

PENUTUP

Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang PENJUAL dan PEMBELI dan mulai berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.

Dibuat di          : Jakarta

Tanggal            : 21 November 2013

         PENJUAL                                                                               PEMBELI



(………………………….)                                                       (…………………………..)

Saksi- saksi :

1  …………………………….
2  ..…………………………...
3  ..…………………………...

Itu tadi beberapa contoh surat perjanjian jual beli yang dapat anda jadikan referensi. Contoh suratperjanjian jual beli ini harus dimiliki oleh kedua belah pihak sebagai arsip. Sehingga keduanya mempunyai bukti yang valid ketika terjadi problem di masa depan. Semoga proses transaksi anda semakin mudah dengan adanya surat jual beli ini.

Minggu, 15 November 2015

Contoh Surat Perjanjian Gadai Mobil

Kegiatan gadai biasanya identik dengan BUMN milik pemerintah yaitu pegadaian. Dimana BUMN Ini bersifat membantu masyarakat dalam memberikan jasa pemberian pinjaman ataupun kredit dengan bersumber pada dasar hukum gadai yang ada. Kegiatan gadai dilakukan oleh orang yang mempunyai piutang terhadap suatu barang yang bisa bernilai ketika di gerakkan. Sebut saja kendaraan bermotor, emas, barang elektronik dan barang berharga lainnya. Kegiatan gadai secara resmi hanya di miliki oleh BUMN Pegadaian. Dimana kegiatan dari pegadaian ini telah ada sejak zaman colonial Belanda. Selain BUMN Pegadaian, kegiatan gadai juga bisa dilakukan oleh orang perorangan ataupun dengan lembaga. Walaupun hal tersebut tidak di akui dan dilindungi oleh pemerintah, banyak masyarakat yang tetap melakukan kegiatan tersebut.

Contoh-Surat-Perjanjian-Gadai-Mobil

Nah bagi anda yang tidak ingin merugi atas kegiatan gadai yang anda lakukan, anda setidaknya harus memiliki surat perjanjian gadai. Dimana surat tersebut bisa menjadi bukti yang sah. Apalagi dengan dibubuhi materai. Selain itu juga bisa disertakan sanksi yang menjadi pihak ketiga yang bersifat netral. Pada kesempatan ini akan di bahas mengenai contoh surat perjanjian gadai mobil. Dimana saat ini mobil menjadi sebuah benda berharga yang nilainya bisa fluktuatif berdasarkan harga dan kualitas yang di miliki mobil tersebut. Dimana harga mobil yang baru bisa di mulai dengan harga Rp 100 juta rupiah. Dengan besarnya jumlah uang yang akan di gadai tersebut, tentunya sangat diperlukan alat bukti yang sah bagi kedua belah pihak.

Contoh Surat Perjanjian Gadai Mobil


Berikut ini akan kami bagikan mengenai beberapa contoh surat perjanjian gadai mobil yang bisa anda contoh dan sesuaikan dengan kondisi anda. Tentunya surat kesepakatan gadai mobil menjadi surat kuasa untuk memanfaatkan mobil yang telah di gadai.

Contoh Surat Perjanjian Gadai Mobil


SURAT PERJANJIAN GADAI

Yang bertanda tangan di bawah ini   :
Nama                                          :
tempat tanggal lahir              :
NIK                                          :
Pekerjaan                            :
Alamat                                        :

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama                             :
tempat tanggal lahir         :
NIK                             :
Pekerjaan                       :
Alamat                           :

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

PIHAK PERTAMA telah menggadaikan barang kepada PIHAK KEDUA berupa satu unit motor  SUZUKI SWIFT HITAM TAHUN 2007 DENGAN NOMOR POLISI ........ PIHAK KEDUA telah menyepakati dan memberikan uang kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp. .............. ( ......................... ).

Perjanjian gadai ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai PIHAK PERTAMA hendak membayar dan melunasi barang gadaiannya (satu unit mobil  SUZUKI SWIFT GL TAHUN 2007 ).


 Semarang, .... Nopember 2015


 
PIHAK PERTAMA                                 PIHAK KEDUA  




(                               )                             (                                )


Contoh Surat Perjanjian Gadai Mobil yang Benar

Contoh surat perjanjian gadai mobil harus di miliki oleh pihak-pihak yang bersangkutan dimana salah satunya pihak pertama yaitu orang yang memberi pinjaman, pihak kedua yaitu orang yang menggadaikan mobilnya dan pihak ketiga yaitu saksi. Namun pihak ketiga ini juga bisa bersifat optional. Dengan kata lain bisa disertakan ataupun tidak disertakan dalam surat peminjaman uang dengan jaminan mobil.
Demikianlah contoh surat perjanjian gadai yang bisa anda jadikan referensi dan panduan dalam pembuatan surat gadai anda sendiri. Tentunya akan menjadi bukti yang kuat kegiatan gadai anda ketika disertakan surat tersebut.

Sabtu, 14 November 2015

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Sebuah perjanjian merupakan sebuah kesepakatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Istilah yang di gunakan biasanya menggunakan kata pihak pertama, pihak kedua, pihak ketiga dan seterusnya. Dimana perjanjian bisa di lakukan oleh perorangan dengan perorangan. Tidak hanya itu perjanjian juga bisa dilakukan oleh perorangan dengan sebuah kelembagaan atau instansi, disisi lain juga memungkinkan kesepakatan tersebut juga di lakukan oleh dua buah instansi ataupun kelembagaan. Biasanya sebuah kesepakatan atau perjanjian berkaitan dengan sesuatu hal yang serius ataupun berharga. Dengan demikian membutuhkan sebuah bukti hitam di atas putih. Dimana bukti tersebut bisa di jadikan bukti apabila salah satu pihak melanggar kesepakatan yang telah ditentukan.

Contoh-Surat-Perjanjian-Hutang-Piutang

Mempertimbangkan hal di atas dalam melakukan sebuah perjanjian tentunya disertai dengan surat perjanjian. Banyak sekali jenis surat perjanjian yang bisa di buat. Tentunya menyesuaikan dengan kesepakatan atau perjanjian yang dilakukan. Salah satunya adalah perjanjian dalam hal hutang piutang. Mengingat uang merupakan sesuatu yang berharga tentunya kesepakatan tersebut membutuhkan perjanjian yang disepakati oleh orang-orang yang membuat perjanjian tersebut. Dibagi anda yang tengah melakukan kegiatan hutang, tentunya membutuhkan contoh surat perjanjian hutang piutang.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang Yang Benar


Berikut ini merupakan beberapa contoh surat perjanjian hutang piutang yang bisa anda unduh. Dimana surat kesepakatan melakukan peminjaman uang berikut ini termasuk surat resmi yang bisa di jamin dengan tanda tangan di atas materai.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang 1


Pada hari ini Selasa Tanggal Tujuh September Tahun Dua Ribu Lima Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini setuju mengadakan Perjanjian Utang Piutang yaitu:

1.
Nama        :  Sony
Umur        :  26 Tahun
Pekerjaan   :  Karyawan Swasta
Alamat      :  Jl. Kenari No. 35
Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2.
Nama        :  Andi
Umur        :  29 Tahun
Pekerjaan   :  Wiraswasta
Alamat      :  Jl. Melati No. 25
Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Maka melalui surat perjanjian ini disetujui oleh Kedua Belah Pihak ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

PIHAK PERTAMA telah menerima uang tunai sebesar Rp.400.000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut adalah hutang atau pinjaman.

PIHAK PERTAMA bersedia memberikan barang jaminan yakni …………., yang nilainya dianggap sama dengan uang pinjaman kepada PIHAK KEDUA.

PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang pinjaman KEPADA PIHAK KEDUA dengan tenggang waktu selama 6 (Enam) bulan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.

Apabila nantinya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak dapat membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA memiliki hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.

Surat Perjanjian ini dibuat dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan hukum yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Surat Perjanjian dibuat dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Jakarta pada hari, tanggal dan bulan seperti tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibuat bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan hukum bagi masing-masing pihak.



PIHAK PERTAMA,                                   PIHAK KEDUA




Sony                                                       Andi 



Saksi-saksi :

NAMA                   TANDA TANGAN
1. Alaudin              _______________
2. Junaidi                _______________
3. Marzuki              _______________
4. Muntazar            _______________


Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang 2


Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama     : ………….
Umur     : …………..
Agama    : ……
Pekerjaan: …….
Alamat   : ………..

Dengan ini saya atas nama diri sendiri mengakui dengan sebenarnya dan sejujur-jujurnya bahwa saya mempunyai utang uang kepada Sdr……………  sebesar Rp 16.000,000 (enam belas juta rupiah)
Atas sejumlah uang sebagaimana tersebut diatas, saya berjanji akan melunasinya dengan batas waktu 3 Bulan.

Untuk bahan kepercayaan Sdr………. maka saya siap menjaminkan berupa :
   
Apabila saya mengingkari perjianjian sebagaimana tersebut  diatas maka sepenuhnya atas jaminan tersebut menjadi hak milik Sdr………... Dan apabila saya mengingkari atas perjanjian yang saya buat ini saya siap untuk dilaporkan kepada pihak yang berwajib atau diproses secara hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia.

Demikian surat perjanjian ini saya buat dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.

Semarang, 03 Oktober 2015
Yang Menyatakan



Saksi-saksi :



Penulisan Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Contoh surat perjanjian hutang piutang bisa di jadikan sebuah bukti bagi kedua belah pihak dalam melakukan peminjaman uang. Dengan demikian kedua belah pihak juga memiliki bukti yang sah secara hukum. Apalagi dengan adanya materai. Tidak hanya itu surat perjanjian hutang di atas juga menggunakan saksi yang bisa di gunakan sebagai orang ketiga yang mengetahui kegiatan peminjaman uang tersebut. Dengan demikian tentu sangat kuat bukti yang ada.


Nah contoh surat dalam peminjaman uang yang bisa di bagikan. Surat di atas merupakan surat yang bersifat resmi dan memiliki kekuatan hukum. Dengan harapan contoh surat tersebut dapat membantu kelancaran proses peminjaman uang. Semoga bermanfaat.

Contoh Penulisan Amplop Surat Lamaran Kerja Yang Benar

Contoh Penulisan Amplop Surat Lamaran Kerja  - Populasi penduduk yang meningkat setiap tahunnya tak ayal menjadi pr tersendiri bagi rakyat ...